September 17, 2020 By zuriesker.info 0

Dimiliki Pemimpin yang Baik

Banyak pemimpin bisnis secara keliru percaya bahwa mereka hanya perlu membagikan perintah agar efektif meskipun pakar kepemimpinan telah berulang kali menyarankan agar pendekatan ini tidak dilakukan karena berbagai alasan. Kesendirian oleh pemimpin di tempat kerja dapat menurunkan motivasi dan produktivitas pekerja. Selain itu, perubahan dalam cara pekerja memandang pekerjaan telah menjadikan penting bahwa para pemimpin berinteraksi dengan pekerja dengan cara yang menginspirasi kesetiaan pada bisnis:

Teknologi portabel semakin Pemimpin Potensial Kota Medan memungkinkan pekerja untuk meninggalkan ruang kantor tradisional dan mengambil posisi jarak jauh dengan perusahaan di luar wilayah geografis mereka. Hasil dari:

Lebih sedikit kandidat terampil tersedia untuk mengisi posisi di tempat terbuka.

Lebih banyak pekerja yang berhenti  berita bobby nasution dari pekerjaan di tempat dan pindah ke padang rumput online yang “lebih hijau”.

5 Sifat Vital

Jika Anda bertanya pada diri sendiri pertanyaan “Apa yang membuat menjadi pemimpin yang baik?”, Anda tidak sendiri. Banyak pemimpin bisnis bukanlah pemimpin alami yang secara otomatis menarik orang kepada mereka dengan karisma mereka. Banyak yang memulai dengan tidak tahu bagaimana menjadi “pemimpin yang baik”. Yang paling efektif bekerja sangat keras setiap hari. Mereka secara aktif mencoba menunjukkan sifat-sifat yang dikagumi karyawan:

Keseimbangan Emosional

Apa yang membuat pemimpin yang baik? Ledakan frustrasi atau kemarahan yang berulang-ulang tentu tidak akan berdampak positif pada pekerja Anda. Orang tertarik pada pemimpin yang bisa mengendalikan emosi mereka. Pekerja lebih bersedia mengikuti seseorang yang tetap tenang dan terkumpul di bawah tekanan yang ekstrim. Para pekerja akan merespons dengan baik jika Anda dapat menyingkirkan perasaan Anda sendiri ketika terjadi kesalahan dan bereaksi dengan rencana untuk mengatasi hambatan tersebut.

Ekspresi Energik

Banyak pemimpin alami secara otomatis mengekspresikan diri mereka dengan cara yang energik dengan antusiasme, kepercayaan diri, dan sikap positif ketika menghadapi situasi apa pun. Ekspresi energik sering kali digambarkan sebagai sesuatu yang menular: Jika Anda mendekati pekerja Anda dengan cara yang energik, mereka tidak hanya lebih cenderung merespons dengan cara yang positif, tetapi mereka juga cenderung mencerminkan perilaku Anda saat mereka bekerja dan berinteraksi satu sama lain dan pelanggan Anda.

Empati Sejati

Beberapa pemimpin bisnis bersikap empati. Mereka memasang senyum palsu dan menganggukkan kepala, dan kemudian mereka menunjukkan melalui tindakan mereka bahwa mereka sama sekali tidak berhubungan dengan karyawannya. Pemimpin yang bertindak seperti ini sering kali kehilangan kepercayaan dan loyalitas. Empati membutuhkan kemampuan untuk menggunakan keterampilan mendengarkan secara aktif dan imajinasi Anda untuk lebih menyadari perspektif dan perasaan pekerja Anda. Ketika Anda menunjukkan empati yang nyata, bawahan Anda akan merasa bahwa Anda berusaha untuk memahami mereka dan perasaan mereka. Empati yang nyata juga dapat mengarahkan Anda untuk membuat keputusan yang menguntungkan semua orang.

Kejujuran yang Persuasif

Pemimpin yang menyesatkan orang lain sering terjebak dalam tindakan tersebut. Ketika itu terjadi, mereka kehilangan kepercayaan. Di sisi lain, beberapa pemimpin yang jujur ​​juga kehilangan kepercayaan karena pendekatannya. Kejujuran persuasif persis seperti yang terdengar: Anda jujur ​​tentang suatu topik, tetapi Anda berkomunikasi dengan cara yang persuasif sehingga orang lain lebih cenderung merasakan empati tentang situasi Anda. Misalnya, alih-alih secara blak-blakan mengumumkan bahwa Anda memotong pekerjaan, Anda harus menjelaskan seberapa besar Anda menghargai layanan karyawan Anda, menguraikan situasi Anda saat ini dan kemudian membahas PHK.

Komitmen Kerja

Terakhir, yang menjadikan pemimpin yang baik adalah etos kerja yang kokoh. Pepatah lama mengatakan bahwa pemimpin memimpin dengan memberi teladan sepenuhnya benar. Bahkan jika Anda berhak untuk bersantai, Anda hanya boleh melakukannya jika Anda telah memberi karyawan Anda waktu istirahat. Pekerja Anda juga perlu melihat Anda menepati janji dan menginvestasikan waktu dan energi ke dalam bisnis Anda sebanyak yang Anda harapkan untuk mereka investasikan.